Sabtu, 29 Maret 2014

Facebook Akan Menggunakan Drone dan Laser Untuk Membawa Internet ke Seluruh Dunia

0 komentar





Facebook berencana akan menggunakan drone, satelit dan laser untuk memberikan Internet ke dunia yang belum pernah mendapatkan internet.



Setelah mengumumkan Internet.org tahun lalu, sebuah inisiatif untuk meningkatkan akses Internet di seluruh dunia, Mark Zuckerberg pun sangat serius tentang gagasannya tersebut.



Untuk mencapainya Mark telah meluncurkan Lab Konektivitas, sebuah tim baru ilmuwan yang telah bekerja pada proyek yang sangat ambisius ini .



Dia mengatakan bahwa Lab Konektivitas akan mengembangkan "platform baru untuk konektivitas di tanah, udara dan orbit," menurut sebuah posting di Internet.org pada hari Kamis.



"Menghubungkan seluruh dunia akan membutuhkan teknologi baru," tulis Zuckerberg dalam posting Facebook saat mengumumkan Lab Konektivitas.



Facebook mempekerjakan ilmuwan dari organisasi seperti NASA, National Optical Astronomy Observatory dan Ascenta, sebuah perusahaan Inggris yang mengembangkan sebuah pesawat tak berawak bertenaga surya.



Para ilmuwan ini akan mengembangkan drone bertenaga surya yang dapat memberikan konektivitas internet dari dataran tinggi di daerah pinggiran kota.



Untuk daerah dataran rendah, mereka akan mencoba untuk mengembangkan satelit yang bisa "akses internet ke tanah," menurut pengumuman.



Awal bulan ini, rumor menunjukkan Facebook tertarik untuk membeli pesawat tanpa awak Titan, tapi tidak jelas apakah perusahaan tersebut merupakan bagian dari rencana baru ini.



Facebook tidak berbagi banyak rincian tentang upaya-upaya baru dalam proyek ini, namun Zuckerberg mengatakan bahwa Internet.org telah membantu menghubungkan 3 juta orang-orang baru ke Internet di Filipina dan Paraguay, dua kali lipat jumlah orang yang menggunakan mobile data.



Google telah bekerja pada proyek serupa seperti Internet.org. Pada bulan November 2013, raksasa pencarian ini telah mengumumkan Project Link, sebuah inisiatif baru untuk membawa jaringan fiber ke negara berkembang.



Beberapa bulan sebelumnya, Google meluncurkan ide yang lebih terdengar lebih gila yaitu membawa Internet ke daerah terpencil melalui balon udara panas. Inisiatif ini diberinama Project Loon.

Jumat, 28 Maret 2014

Twitter kini Izinkan Tagging Foto hingga 10 Orang tanpa Mengurangi Kuota 140 Karakter

0 komentar


Pihak Twitter pun baru saja mengumumkan keberadaan fitur anyarnya
ini. Dengan fitur tersebut, para pengguna Twitter bisa tag foto ke
maksimal 10 orang. Fitur ini pun bisa digunakan pada aplikasi Android
ataupun iOS.


Menariknya, fitur ini juga tidak akan mempengaruhi kuota 140 huruf.
Jadi, Anda tidak perlu khawatir kalau tweet akan semakin terbatasi
berkat adanya fitur baru ini.


Tak hanya tag foto, pengguna Twitter kini juga bisa sharing empat
foto sekaligus dalam satu tweet. Dengan begitu, pengguna Twitter pun
tidak perlu menggunakan aplikasi terpisah. Namun fitur ini masih hanya
tersedia untuk perangkat iPhone. Pihak Twitter pun mengatakan kalau
fitur serupa juga akan tersedia untuk versi desktop dan Android dalam
waktu dekat.



Sumber

Kamis, 27 Maret 2014

Bangun Open BTS Hanya Butuh Rp 30 Juta

0 komentar





Dengan Open BTS yang dibuat sendiri, telekomunikasi telepon dan SMS bisa gratis selama masih berada dalam jangkauan. Biaya minimal yang dibutuhkan untuk membuat Open BTS diestimasi sekitar Rp 30 juta.



Seperti diungkapkan praktisi TI, Onno W. Purbo, ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk membangun Open BTS. Dari sisi hardware, komponen USRP (Universal Software Radio Peripheral) dan komputer adalah hal yang krusial.



"Hardware ini fungsinya untuk membuat sinyal radionya, namanya USRP. Yang dibutuhkan cuma dua, USRP-nya sendiri nanti disambung lewat kabel USB ke komputer, jadi cuma USRP dengan komputer," jelas Onno kepada detikINET.



Ongkos minimal yang diperlukan untuk membuat Open BTS, misalnya untuk keperluan eksperimen mahasiswa, sekitar 30 juta. Terdiri dari komponen USRP seharga sekitar Rp 15 juta - Rp 20 juta. Berikut perangkat komputer biasa dengan harga mungkin Rp 5 juta - Rp 10 juta.



"Komputer itu sentral telepon soalnya. Sebagai pusat untuk mengontrol semuanya. Komputer juga yang bikin sinyal ponsel sedangkan USRP cuma mengubah perintahnya supaya sinyal menjadi sinyal GSM," sebut Onno.



Jangkauan sinyal pun dapat bervariasi, tergantung perangkatnya. Perangkat Open BTS yang dari Yayasan Air Putih yang didemokan Onno jarak jangkaunya hanya sekitar 50 meter.



"Tapi kalau mau dikasih amplifier seluler beneran itu tergantung powernya, kalau 10 watt bisa sampai 5 kilometer," imbuh mantan dosen ITB itu.



 Jika ingin menambah luas jangkauan sinyal, diperlukan amplifier dan juga duplexer seperti yang biasa dipakai oleh operator. Untuk perangkat semacam ini, biaya yang dibutuhkan berkisar 150 juta.



Sedangkan dari sisi perangkat lunak, ada tiga software yang penting peranannya dalam pembuatan Open BTS. Yaitu GNU radio, asterisk untuk sentral telepon serta software Open BTS.



Kemudian sebagai sarana berkomunikasi, pengguna bisa memakai ponsel biasa yang dilengkapi SIM Card. Nomor identifikasi di SIM Card ini akan didaftarkan pada sentral Open BTS dan kemudian diberi nomor sendiri.



Ketika dicoba oleh detikINET, Open BTS yang didemokan Onno bisa memancarkan sinyal sendiri dan dikenali oleh ponsel. Kemudian telepon dan SMS bisa dilakukan dengan lancar dalam jaringan lokal yang dibentuk Open BTS.



"Ini nggak disambungin ke mana-mana jadi lokal sendirian saja. Tapi protokol yang dipakai sama dengan yang dipakai semua operator di Indonesia. Jadi kalau sentralnya disambungin dengan sentralnya operator Indonesia ya nyambung satu sama lain," tutur Onno.



Dasar dari Open BTS menurut Onno adalah internet telepon. Jadi untuk membuat Open BTS, seseorang harus paham terlebih dahulu dengan internet telepon.



Ya, open BTS memang tidak bisa disandingkan apple to apple dengan BTS yang dibangun oleh operator telekomunikasi. Jangankan luas jangkauannya, dari sisi biaya pun sudah jauh berbeda. Jika membuat open BTS diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 30 juta - Rp 150 juta, maka untuk pembangunan BTS operator yang menjulang biayanya rata-rata lebih dari Rp 1 miliar.





 Sumber

Minggu, 16 Maret 2014

Duta Cilik FIFA World Cup 2014

0 komentar







Daftarkan adik, keponakan, atau anak anda untuk ikutan program pencarian "Duta Cilik FIFA World Cup 2014”.



Ini adalah program kompetisi pertama untuk mencari satu orang anak yang akan mewakili Indonesia menjadi player escort, atau anak-anak yang mendampingi dan bergandengan tangan dengan pesepakbola memasuki arena pertandingan FIFA World Cup 2014.



Keren banget kan?



Kontes ini dapat diikuti oleh semua anak warga negara Indonesia berusia 6-10 tahun, mengerti bahasa Inggris, mempunyai izin dari orang tua/wali serta bersedia mengikuti sesi karantina selama tiga hari di Jakarta.



Calon peserta diwajibkan melakukan pendaftaran dan mengunggah video ke website www.dutacilikmcdonalds.com atau www.mcdonalds.co.id/dutacilikmcdonalds; berisi rekaman anak yang akan ikut serta memperkenalkan diri dan memberikan alasan kenapa dia yang harus dipilih sebagai Duta Cilik FIFA World Cup 2014 dari Indonesia.



Periode pendaftaran dan pengiriman video akan berlangsung mulai 4 Maret – 30 April 2014. Dari seluruh anak yang mendaftar dan mengirimkan video, nantinya akan dipilih 11 anak yang akan mengikuti putaran final selama tiga hari di Jakarta, dan pemenang terpilih akan diumumkan pada puncak acara final pada 18 Mei 2014. Pemenang utama kontes ini berhak mewakili Indonesia sebagai Duta Cilik FIFA World Cup 2014 ke Rio de Janeiro, Brazil.



Buat anda yang belum jadi member 8Share, segera bergabung di sini: http://www.the8share.com/id-home/ sekarang juga!




Sumber: Facebook

Jumat, 07 Maret 2014

Ideum Platform 46, Meja Kopi Layar Sentuh Berbasis Android

0 komentar





Ideum Platform 46, Meja Kopi Layar Sentuh Berbasis Android - Ideum adalah sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak komersial yang bermarkas di Corrales, New Mexico. Kini, perusahaan ideum telah merilis sebuah meja kopi dengan perangkat Android, yaitu Platform 46. Tampilan Meja ini layaknya sebuah tablet, hanya saja berukuran lebih besar yakni 46 inci.



Meja kopi ini masih menjalankan sistem Android 4.1, dan dilengkapi dengan prosesor Intel quad-core, 3.7 GHz, memori 16 GB serta harddisk 500 GB. Ideum Platform 46 ini telah resmi diperjualbelikan secara massal dengan harga sekitar $7000 atau setara dengan Rp 82 juta.



Berikut ini adalah tampilan Ideum Platform 46 :